1. Non-Proprietary, Lisensi dari MIT.
2. Hanya mendukung PHP 5.3 ke atas, dengan fitur-fitur powerfull yang ada pada Laravel, seperti anonymous function, namespace, FileInfo Library, Mcyrpt dan lainnya.
3. Laravel dilengkapi dengan Generator Skrip untuk model, view, controller (MVC)
4. Alternatif untuk memperbaiki kekurangan fitur yang ada pada CodeIgniter yang lebih dulu hadir.
Proyek Laravel dimulai pada April 201, awalnya dirancang oleh Taylor Otwell kemudian lebih banyak kontributor yang terlibat dalam pengembangannya, yaitu Dayle Rees, Shawn McCool, Jeffrey Way, Jason Lewis, Ben Corlett, Franz Liedke, Dries Vints, Mior Muhammed Zaki, and Phil Sturgeon. Mulanya Otwell belum pernah menemukan framework yang up-to-date dengan perkembangan versi PHP yang makin canggih. Mengembangkan framewrok yang ada juga bukan ide yang baik karena keterbatasan sumber daya (kontributor). Akhirnya Taylor Otwell membuat sendiri framework dengan nama Laravel. Saya sendiri belum pernah mencoba membuat web dengan framework Laravel, hanya sebatas mencoba beberapa fitur standar coding MVC . Namun melihat fitur dan integritas struktur sistem disain Laravel, tidak jauh berbeda dengan CodeIgniter, hanya saja ada banyak perbedaan setting yang tidak mudah dipahami. Untuk pembaca yang sudah pernah membuat proyek nyata dengan CI, atau biasa pakai JSON (JavaScript Object Notation) tentu akan lebih mudah untuk memahami framework Laravel.
Kebutuhan Sistem:
Webserver : Apache, atau web server lainnya
PHP 5.3 atau lebih tinggi.
Basisdata yang didukung SQLite, MySQL, PostgreSQL, atau SQL Server PDO drivers.
Pada framework Laravel tersedia paket repositori modul, yaitu bundle. Bundle adalah aplikasi terpisah dari aplikasi inti Laravel dengan skema dan logika sendiri, bisa saja tidak berhubungan langsung dengan aplikasi inti, namun bundle harus berjalan di bawah aplikasi inti.
4. Alternatif untuk memperbaiki kekurangan fitur yang ada pada CodeIgniter yang lebih dulu hadir.
Proyek Laravel dimulai pada April 201, awalnya dirancang oleh Taylor Otwell kemudian lebih banyak kontributor yang terlibat dalam pengembangannya, yaitu Dayle Rees, Shawn McCool, Jeffrey Way, Jason Lewis, Ben Corlett, Franz Liedke, Dries Vints, Mior Muhammed Zaki, and Phil Sturgeon. Mulanya Otwell belum pernah menemukan framework yang up-to-date dengan perkembangan versi PHP yang makin canggih. Mengembangkan framewrok yang ada juga bukan ide yang baik karena keterbatasan sumber daya (kontributor). Akhirnya Taylor Otwell membuat sendiri framework dengan nama Laravel. Saya sendiri belum pernah mencoba membuat web dengan framework Laravel, hanya sebatas mencoba beberapa fitur standar coding MVC . Namun melihat fitur dan integritas struktur sistem disain Laravel, tidak jauh berbeda dengan CodeIgniter, hanya saja ada banyak perbedaan setting yang tidak mudah dipahami. Untuk pembaca yang sudah pernah membuat proyek nyata dengan CI, atau biasa pakai JSON (JavaScript Object Notation) tentu akan lebih mudah untuk memahami framework Laravel.
Kebutuhan Sistem:
Webserver : Apache, atau web server lainnya
PHP 5.3 atau lebih tinggi.
Basisdata yang didukung SQLite, MySQL, PostgreSQL, atau SQL Server PDO drivers.
Pada framework Laravel tersedia paket repositori modul, yaitu bundle. Bundle adalah aplikasi terpisah dari aplikasi inti Laravel dengan skema dan logika sendiri, bisa saja tidak berhubungan langsung dengan aplikasi inti, namun bundle harus berjalan di bawah aplikasi inti.
Bundle sebenarnya merupakan librari terkenal untuk native PHP, namun dikonversi sesuai dengan rancangan pada Laravel, diantaranya adalah SwiftMailer. Lihat Bundle untuk Laravel
Fitur interaksi dengan basisdata.
Laravel dilengkapi dengan ORM yang disebut Eloquent, kapabel untuk melakukan CRUD tanpa harus menulis Query langsung. Fitur interaksi dengan basisdata.
Jika tidak terbiasa dengan Eloquent, ada Fluent Query Builder untuk masalah Join tabel, dan masih mirip sekali dengan Active Record pada CodeIgniter. Jika Eloquent dirasa ribet pakai Raw Query.
Laravel juga memiliki librari migrasi seperti Ruby on Rails.
Laravel juga memiliki librari migrasi seperti Ruby on Rails.
CodeIgniter framework masih tetap menjadi pilihan yang bijak jika tidak ada waktu luang untuk mencoba Laravel. Namun ada baiknya beberapa bulan mendatang mencoba Laravel jika sudah banyak buku dan tutorial yang tersedia.
